Komunikasi antar pribadi, di dalam kelompok dan organisasi, dalam konteks publik secara tatap muka atau melalui media, seringkali menemui hambatan sehingga tidak efektif lantaran mengabaikan pengaruh budaya dan perbedaan-perbedaan antar budaya. Dalam konteks itu, matakuliah ini menyajikan sejumlah pendekatan dan model, konsep dan teori, prinsip-prinsip dan faktor-faktor komunikasi yang memperhatikan pengaruh budaya dan perbedaan-perbedaan antar budaya di dalam proses komunikasi.
Kesadaran, pengetahuan, dan pemahaman yang memadai tentang komunikasi lintas budaya ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa agar mampu mengembangkan kapasitasnya dalam bidang Komunikasi Bisnis dalam situasi lintas budaya dengan beragam pihak.
Matakuliah Komunikasi Lintas Budaya memberikan pengertian tentang hubungan yang esensial antara komunikasi dan budaya sebagaimana faktor dalam proses komunikasi dalam budaya yang berbeda, terutama dalam menghadapi era globalisasi dengan menjelaskan prinsip-prinsip komunikasi lintas budaya, pengertian budaya, universalisme dan partikulasi budaya, sistem tanda dalam budaya tertentu, bahasa dalam budaya, pengertian prasangka budaya dan stereotipe, bentuk-bentuk komunikasi dalam berbagai budaya yang berbeda.
Dengan mengikuti matakuliah Komunikasi Lintas Budaya ini, mahasiswa mampu:
- memahami hubungan yang esensial antara komunikasi dan budaya
- memahami prinsip-prinsip dan elemen-elemen penting dalam komunikasi lintas budaya
- memahami universalisme dan partikulasi budaya dalam konteks komunikasi
- memahami sistem tanda dan bahasa dalam budaya-budaya tertentu
- memahami bahaya prasangka dan stereotipe
- memahami sejumlah bentuk komunikasi dalam perbedaan budaya
Perkuliahan ini dilakukan selama satu semester, dalam 13 kali pertemuan, 1 kali ujian tengah semester, dan 1 kali ujian akhir semester. Dalam pertemuan (tatap muka) dengan dosen di kelas, mahasiswa akan mengalami pembelajaran dengan metode-metode: curah gagasan (brainstorming), melakukan diskusi kelompok, mempresentasikan hasil diskusi kelompok dan berdiskusi secara pleno/lintas kelompok, mencermati penjelasan dosen (ceramah), dan berpartisipasi aktif dalam tanya-jawab.
Di antara pertemuan tatap muka, mahasiswa akan mengerjakan tugas-tugas seperti mempelajari buku-buku referensi yang direkomendasikan dosen dan makalah/handout yang disajikan dosen, mencari dan mempelajari bahan-bahan bacaan dari sumber-sumber lain (media massa cetak, elektronik, dan media online/website/e-book), serta melakukan observasi media (film) dan observasi partisipatoris dalam situasi yang ditentukan oleh dosen sesuai tujuan instruksional.
Materi perkuliahan terdiri dari pokok-pokok bahasan:
- Hubungan esensial antara komunikasi dan budaya
- Prinsip-prinsip dan elemen-elemen penting dala komunikasi lintas budaya
- Universalisme dan partikulasi budaya dalam konteks komunikasi
- Sistem tanda dan bahasa dalam budaya-budaya tertentu
- Prasangka dan stereotipe
- Bentuk-bentuk komunikasi dalam perbedaan budaya.
Materi tersebut bersumber dari buku-buku referensi antara lain:
- Lewis, Richard D. (2004). Komunikasi Bisnis Lintas Budaya. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
- Mulyana, Deddy & Jalaluddin Rakhmat, eds.(1993). Komunikasi Antar Budaya. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
- Purwanto, Djoko (2003). Komunikasi Bisnis. Jakarta: Erlangga.
Untuk mendukung efektivitas perkuliahan, mahasiswa melengkapi pembelajaran dalam pertemuan tatap muka dengan cara mengerjakan tugas-tugas:
- mempelajari buku-buku referensi dan menulis laporan pembelajaran sesuai format yang ditentukan dosen
- mencari dan mempelajari bahan-bahan bacaan dari sumber-sumber lain (media massa cetak, elektronik, dan media online/website/e-book) dan menulis laporan pembelajaran sesuai format yang ditentukan dosen
- melakukan observasi media (film) dan observasi partisipatoris dalam situasi yang ditentukan oleh dosen, kemudian menulis laporan observasi sesuai format yang ditentukan dosen.
Semua laporan tertulis dikirimkan kepada dosen melalui e-mail ke alamat felico74@yahoo.com.sg (tidak berbentuk print-out untuk mengurangi penggunaan kertas). Batas waktu penerimaan kiriman laporan adalah 24 jam sebelum dimulainya pertemuan tatap muka berikutnya.
P.S. I made the decision to become a Satanist, because I am ill from the lying Christians, that are hyhypocritesthey let you know not do do some thing, then they go do it ththeir selvesI am conscious of Human Dynamics, and I do not want to become a hyhypocrite
i’m a buddhist, i pray only at my comfort. i think my god or goddess won’t desert me for that.